Dapatkan Pahala Setahun dengan Puasa Ayyamul Bidh

RISALAH INSPIRA,- Seperti kita ketahui, puasa terbagi menjadi dua macam, puasa wajib dan puasa sunah. Puasa sunah cenderung variatif dan banyak, sehingga kita bisa memilih salah satu dari puasa sunah tersebut sesuai dengan kemampuan fisik untuk menjalaninya. Salah satu puasa yang memiliki banyak khazanah jika dikaji dengan seksama ialah puasa Ayyamul Bidh.

Puasa ayyamul bidh atau yang biasa dikenal dengan puasa tiga hari, yaitu puasa sunah yang dikerjakan di pertengahan bulan hijriah, atau di setiap tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan hijriah. kecuali bila bertepatan dengan hari tasyrik atau hari yang terlarang untuk berpuasa maka puasa tersebut tidak boleh dilakukan.

Ayyamul bidh adalah bentuk jamak dari kata ‘al yauma’ yang artinya hari, sedangkan ‘bidh’ artinya putih. Jadi puasa ini juga sering disebut dengan puasa putih. Pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan terang benderang yang indah dan tampak berwarna putih bercahaya. Puasa ini menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tanpa terputus hingga beliau wafat. Ini juga menjadi wasiat yang diberikan secara khusus kepada para sahabatnya.

Puasa Ayyamul bidh ini termasuk puasa sunah yang sangat dianjurkan. Terlebih ada beberapa dalil yang menjelaskan tentang keutamaan puasa ayyamul Bidh. Dari abu dzar, Rasulullah SAW bersabda padanya, “jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriyah). HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Rasulullah SAW bersabda, “puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari). Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun. Karena setiap pahala puasa itu, satu kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan. Ketika berpuasa tiga hari di setiap bulan, sama dengan berpuasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan.

Dilansir dari NU Online, ada alasan mengapa puasa ini dinamai puasa ayyamul bidh. Menurut kitab ‘Umdatul Qari’ Syarhu Shahihil Bukhari, hal ini tekait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke bumi. Ibnu Abbas Mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam atau gosong. Kemudian Allah SWT memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15).

Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.

Dalam pelaksanaannya, puasa ini tidak jauh berbeda dengan puasa lainnya. orang yang menunaikan puasa sunah ini tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Selain itu, puasa sunah ayyamul bidh dianjurkan untuk dilakukan saat tidak sedang berpergian.***(Magang)

(AZS/GIN)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password