Cara Mengatasi Rasa Malas Ala Rasulullah SAW

Foto: Istimewa

BANDUNG INSPIRA,- Malas adalah suatu kondisi dimana kita ingin menghindari pekerjaan padahal masih bisa dikerjakan dengan potensi dan energi yang dimiliki.

Malas juga disebutkan sebagai perilaku menunda-nunda dan perilaku berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.Rasa malas merupakan perasaan yang wajar dirasakan setiap manusia. Namun, seringkali kondisi ini menghambat banyak aktivitas kita.

Dalam agama Islam, kondisi malas ini perlu dihindari. Karena membuat produktifitas umatnya jadi menurun dan banyak membuat waktu menjadi sia-sia, padahal waktu di dunia ini masih bisa digunakan dengan berbuat kebaikan.

Diriwayatkann Abu Hurairah, Rasulullah SAW menjelaskan faktor penyebab munculnya rasa malas dan cara mengatasinya.

“Syaithan mengikat pada tengkuk kepala seseorang kalian manakala ia tidur dengan tiga ikatan, yang ia buat tempatnya pada tiap ikatan (dengan mengatakan): “Bagimu malam yang panjang maka tidurlah”. Maka jika ia bangun lantas berdzikir kepada Allah terbukalah satu ikatan, kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi, kemudian jika ia sholat maka terbukalah seluruh ikatan, maka iapun di pagi hari dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun kalau tidak demikian maka ia di pagi hari dalam keadaan jelek jiwanya lagi pemalas.”

Dengan niat yang kuat, kita harus bersungguh-sungguh memiliki niat yang kuat untuk menghindari rasa malas. Berikut cara Rasulullah SAW mengatur pola hidup yang produktif agar terhindar dari malas,

1. Pola tidur

Mengatur pola tidur sangat penting dilakukan karena mempengaruhi kondisi tubuh kita yang memerlukan istirahat dengan maksimal agar dapat melakukan banyak hal produktif saat keesokan harinya.

Jika kita begadang dan mengurangi waktu tidur, akibatnya kualitas tubuh saat bangun menjadi berkurang karena waktu istirahat dan mengembalikan energi di malam hari tidak maksimal.

Kemudian, bagaimanakan pola tidur Rasulullah SAW?

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW tidur setelah Isya tanpa berbincang-bincang terlebih dahulu. Tidur lewat tengah malam akan mengurangi atau menghilangkan kualitas hari di keesokan harinya.

2. Pola makan

Pola makan ini harus diperhatikan, karena jika kita makan terlalu belebihan tidak menyehatkan dan akan memberatkan tubuh, mengurangi kecerdasan, menyebabkan kantuk, melemahkan untuk beribadah, dan berakhir dengan kemalasan.

Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik, menganjurkan umatnya untuk makan secukupnya dan menghindari perilaku boros atau serakah. Rasul membagi kapasitas lambung menjadi tiga bagian, yakni untuk minum, untuk makan, dan untuk bernafas.

“Hendaklah kamu makan, minum, berpakaian, dan bersedekah dengan tidak berlebihan dan sombong.” (HR Ahmaddan Abu Daud)

“Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan apa saja yang kamu bernafsu memakannya.”
(HR Ibnu Maajah)

3. Olahraga

Dengan menyempatkan berolahraga per harinya, minimal dengan berjalan kaki akan membuat tubuh kita menjadi lebih bugar. Rasulullah SAw juga terekenal suka berolahraga, beliaumenyukai gulat, memanah, dan berkuda.

4. Memohon kepada Allah

Untuk terhindar dari kondisi malas yang banyak merugikan ini, Rasulullah SAW berdoa pada Allah SWT yang tertulis dalam Shahih Bukhari,

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Itulah cara mengatasi malas dengan mengikuti pola hidup sehat ala Rasulullah SAW. Selain itu, kita perlu niat yang kuat dan memaksakan diri jika muncul rasa malas. Aturlah waktu untuk bekerja, istirahat, dan hiburan. Mari maksimalkan wkatu kita di dunia ini untuk melakukan hal-hal yang terbaik. (GIN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password