Cara dan Posisi Tidur Ala Rasulullah SAW

RISALAH INSPIRA,- Setelah melakukan aktivitas seharian penuh, Allah Swt memberikan waktu malam untuk hambaNya beristirahat menenangkan tubuh dan mengumpulkan energi hari esok untuk terus beribadah.

Rasulullah SAW sang suri tauladan, mengajarkan banyak hal pada umatnya , termasuk tidur. Berikut cara tidur Rasul yang dapat menenangkan dan menyehatkan.

1. Memadamkan lampu

Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.”

2. Posisi Miring ke Arah Kanan

Dalam HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710, Nabi Muhammad SAW mengatakan agar ‘Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,’. Pada zaman dahulu, orang mungkin berpikiran bahwa Islam memang mengutamakan kanan dibanding kiri, sehingga anjuran ini merujuk pada keutamaan tadi. Namun ternyata, perintah Nabi ini memberikan efek medis yang begitu menakjubkan. Ilmuan menemukan manfaat-manfaat ini di jaman now, padahal Nabi sudah mengetahuinya sejak 1400 tahun silam.

3. Hindari Posisi Tengkurap

Rasulullah SAW melarang umatnya tidur tengkurap. Larangan itu muncul dari kisah Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari. Dalam suatu kesempatan dia bercerita, “Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, ‘Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.’ Bapakku berkata, ‘Setelah aku melihat ternyata Beliau adalah Rasulullah SAW’,” (HR. Thabrani).

Tidur secara tengkurap, kata Imam Tirmidzi, membawakan hadis yang didapat Abu Hurairah. Saat Nabi melihat seorang Muslim tidur tengkurap, Nabi berkata, ” Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah.” Ulama sekaligus pakar kedokteran, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, berkata, tidur dengan posisi miring dan ke sebelah kiri juga kurang baik bagi kesehatan. Sebab, tidur dengan posisi miring dapat membahayakan jantung.

4. Meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan

Baraa bin Azib radhiyallahu anhu meriwayatkan, “Saat hendak tidur Rasulullah sallallahu alaihi wasallam selalu meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan beliau seraya berdoa, Rabbi qini ‘adzabaka yauma tab’atsu ‘ibadaka (Ya Rabb, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari ketika Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu (dari kubur)).”(HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Nasa’i)

6. Menyatukan Telapak Tangan dan Membaca Al Muawwidzat

Aisyah meriwayatkan, “Setiap kali hendak tidur pada malam hari, Rasulullah selalu menyatukan tangn beliau seraya membaca surah al Iklhas, al Falaq, dan an Nas, kemudia beliau meniup kedua telapak tangan beliau. Setelah itu, dengan kedua telapak tangan itu, beliau mengusap bagian tubuh yang terjangkau, dimuali dari kepala, wajah, lalu bagian depan tubuh beliau. Hal itu beliau lakukan tiga kali.”(HR. Tirmidzi, Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Nasa’i). (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password