Bolehkah Mendoakan Keburukan Bagi Pemimpin yang Dzalim?

RISALAH INSPIRA,- Aqidah ahlus sunnah menyatakan, tidak boleh mendoakan kejelekan bagi pemimpin atau pemerintah, tidak boleh menghujatnya, juga menjelek-jelekannya dimuka umum, dan lain sebagainya. Karena itu pada hakikatnya, hal ini sama halnya dengan durhaka dan memberontak secara fisik. Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahulah mengatakan.

“Tidak boleh mendoakan kejelekan bagi pemimpin. Karena ini adalah pemberontakan secara abstrak, semisal dengan memberontak kepada mereka dengan menggunakan senjata (pemberontakan secara fisik, pen.). Yang mendorongnya untuk mendoakan jelek bagi penguasa adalah karena dia tidak mengakui (menerima) kekuasaannya. Maka kewajiban kita (rakyat) adalah mendoakan pemimpin dalam kebaikan dan agar mereka mendapatkan petunjuk, bukan mendoakan jelek mereka. Maka ini adalah salah satu prinsip di antara prinsip-prinsip aqidah ahlus sunnah wal jama’ah. Jika Engkau melihat seseorang yang mendoakan jelek untuk pemimpin, maka ketahuilah bahwa aqidahnya telah rusak, dan dia tidak di atas manhaj salaf. Sebagian orang menganggap hal ini sebagai bagian dari rasa marah dan kecemburuan karena Allah Ta’ala, akan tetapi hal ini adalah rasa marah dan cemburu yang tidak pada tempatnya. Karena jika mereka lengser, maka akan timbul kerusakan (yang lebih besar, pen.).” (At-Ta’liqat Al-Mukhtasharah, hal. 171)

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah juga berkata,

“Maka orang-orang yang mendoakan jelek pemimpin kaum muslimin, maka dia tidaklah berada di atas madzhab ahlus sunnah wal jama’ah. Demikian pula, orang-orang yang tidak mendoakan kebaikan bagi pemimpinnya, maka ini adalah tanda bahwa mereka telah menyimpang dari aqidah ahlus sunnah wal jama’ah.” (At-Ta’liqat Al-Mukhtasharah, hal. 172)

Kemudian Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata lagi,

“Maka kesemburuan bukanlah dengan mendoakan kejelekan atas pemerintah, meskipun Engkau menghendaki kebaikan. Maka doakanlah bagi mereka agar mendapatkan kebaikan. Allah Ta’ala Maha Kuasa untuk memberikan hidayah kepada mereka dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar. Maka Engkau, apakah Engkau berputus asa dari (turunnya) hidayah untuk mereka? Ini adalah berputus asa dari rahmat Allah.” (At-Ta’liqat Al-Mukhtasharah, hal. 173).

Namun, disisi lain jika kita merasa terzhalimi kemudian mendoakan dengan ucapan yang buruk, bias jadi dikabulkan oleh Allah SWT. Karena Allah bersama dengan orang-orang yang terdzalimi.

“Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang-orang yang dizhalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nisa ayat 148).

Bahkan Rasulullah SAW juga menegaskan dalam riwayatnya :

“Ada tiga do’a yang tidak ditolak oleh Allah alias dikabulkan dan tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang terzholimi, do’a musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya”.  (HR.Imam Tirmidzi)

Ada hadist Rasulullah SAW mendoakan para pemimpin,

“Yaa Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Imam Muslim).

Ada contoh salaf yang mendo’akan keburukan kepada penguasa zhalim, yaitu Imam besar Tabi’in Al-Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah, mendoakan keburukan atas pemimpin yang zhalim dizamannya yaitu Hajjaj Bin Yusuf Ats-Tsaqafi, beliau mendoakan :

“Ya Allah yang maha perkasa dan kuasa, hancurkan dan binasakanlah Hajjaj Bin Yusuf…”

Lalu setelah mendoakan, penguasa alam semesta dzat yang maha kuasa Allah Rabbul ‘Izzah Wal Jalaalah mengabulkan doa Imam Hasan Al-Bashri ; Hajjaj Bin Yusuf (gubernur zhalim) pun tewas tiga hari kemudian disebabkan perutnya dipenuhi oleh cacing.

Dalil-dalil di atas harusnya menjadi pengingat pada para pemimpin agar tidak berbuat zalim pada rakyatnya, karena bisa saja rakyatnya yang terzalimi mendoakan sang pemimpin dengan hal-hal yang kurang baik. (RISAL)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password