Bilal bin Rabah, Mantan Budak yang Jadi Muazin Pertama yang Ditunjuk Rasulullah SAW

RISALAH INSPIRA,- Siapa yang tak kenal dengan Bilal bin Rabah, salah satu sahabat Nabi SAW yang mengumandangkan adzan pertama kali di dunia, berkat suara merdunya beliau mendapat tugas sebagai muazin.

Nama lengkap beliau yaitu Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia berasal dari negeri Habasyah, Ethiopia. Bilal terbiasa dipanggil dengan nama Abu Abdillah dan mendapatkan gelar sebagai Muadzdzin Ar-Rasul. Ia memiliki postur tubuh yang tinggi, kurus, warna kulitnya coklat, pelipisnya tipis, dan rambut yang lebat.

Bilal merupakan kalangan sahabat Rasulullah SAW yang berasal dari non-Arab. Ibu Bilal adalah hamba sahaya(budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Setelah Bilal menjadi anak mereka dan mendengar tentang islam, kemudian ia menemui Rasulullah SAW dan mengikrarkan diri untuk masuk Islam.

Kabar Bilal masuk Islam pun tersebar ke seluruh negeri dan sampai ke telinga Umayyah. Bilal pun disiksa oleh Umayah dan kaum kafir Quraisy menggunakan besi di atas bara api agar mau keluar dari Islam. Siksaan untuk Bilal sangat kejam, bahkan dia diikat dan diarak mengelilingi jalanan Mekah. Siksaan tersebut akan dihentikan jika Bilal keluar dari agama Islam dengan menyebut nama Lata dan Uzza, berhala pada saat itu.

Bilal justru mengucapkan “Ahaad….Ahaad…” teriak Bilal dengan sangat merdu. Yang dimaksud Ahad menurut Bilal yaitu Tuhan yang Esa atau Tuhan yang Satu.

Setelah berhari-hari disiksa, dan berkali-kali juga ia tetap teguh dengan teriak Ahaad, akhirnya kabar Bilal disiksa pun sampai kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Abu Bakar pun memerdekakan Bilal dan membelinya. Kemerdekaan Bilal yang lepas dari budak disambut bahagia oleh kaum Muslimin.

Lalu, Bilal ikut bersama Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Hingga suatu hari Rasulullah ingin mensyariatkan untuk mengumandangkan adzan sebelum shalat wajib.

Nabi Muhammad SAW teringat dengan sosok Bilal yang setiap hari meneriakkan Ahad dengan merdu. Bilal pun ditunjuk untuk mengumandangkan adzan pertama kalinya di dunia. suara merdu Bilal pun berhasil membuat umat islam bergetar. Ia juga yang mengumandangkan adzan pertama saat penaklukan Makkah.

“Betapa indahnya waktu itu, kehidupan di Makkah berhenti seketika dan ribuan kaum Muslimin berdiri laksana jasad mati. Dengan khusyuk mereka tirukan kalimat adzan mengikuti Bilal.” Tulis Khalil Muhammad Khalid dalam bukunya.

Meski mendapat tugas mulia, Bilal tak pernah tinggi hati.

Bilal berkata “Aku tiada lain hanya seorang laki-laki Habasyah yang dahulunya adalah seorang budak.”

Tidak hanya berhasil mengumandangkan adzan saja, tetapi Bilal juga berhasil mengobarkan semangat umat Islam saat melawan kaum Quraisy dalam perang Badar.

Setelah Rasulullah SAW meninggal, Bilal tak mampu lagi untuk mengumandangkan adzan, karena ia teringat Rasulullah SAW dan tak sanggup menahan tangis. Saat itu pun umat Islam rindu dengan suara Bilal.

Pada suatu waktu ketika Umar bin Khattab datang ke Syam, ia meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan kembali. Bilal pun bersedia, dan saat Bilal menjadi muazin, semua orang menitikkan air mata.

Bilal meninggal dunia di Damaskus pada 20 H. Hingga kini, beliau dikenal dengan orang yang pertama kali mengumandangkan adzan dengan suara merdu.

Penulis: Hardiyanti Novi***(Magang)

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password