Belasan Ribu Pegawai Mal Kota Bandung Dirumahkan Selama PPKM Darurat

Foto : Ilustrasi

Belasan Ribu Pegawai Mall Kota Bandung Dirumahkan Selama PPKM  Darurat

BANDUNG INSPIRA,- Belasan ribu pegawai dari 24 mall di Kota Bandung, Jawa Barat dirumahkan menyusul diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, dari tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021.

Dimana, Perwal yang dikeluarkan pada 2 Juli 2021 tersebut, menyesuaikan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali terhitung 3 hingga 20 Juli. Salah satu kebijakan, adalah mal atau pusat perbelanjaan dan perdagangan ditutup sementara selama PPKM darurat diberlakukan.

“Total untuk pegawai mal di Kota Bandung ada 12.746 yang dirumahkan karena adanya Perwal PPKM Darurat,” Jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Elly Wasliah saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (6/6/2021).

Baca juga: Usaha Produksi Pupuk Kompos Tetap Bertahan di Masa Pandemi

Diakuinya sejauh ini pegawai mal memahami adanya aturan tersebut. “Semoga semua pihak bisa dengan bijak menghadapi kondisi sekarang ini,” ujarnya.

Sementara terkait pengawasan penegakan PPKM Darurat, Elly Wasliah mengatakan, telah menurunkan 13 tim pengawasan dilapangan.

“Kalau untuk pengawasan kami fokus di mal dan ritel, sementara untuk toko mandiri berkoordinasi dengan aparat kewilayahan. Karena mal saja ada 24 belum ritel, khawatirnya kami kurang maksimal. Karena itu untuk toko mandiri, ada Satgas kewilayahan yang melakukan pengawasan,” paparnya.

Saat disinggung perihal 2700 pegawai ITC Kebon Kelapa mal yang melakukan aksi karena adanya kebijakan Perwal yang mengharuskan pusat perbelanjaan tutup, pihaknya mengaku tidak bisa memberikan statement terkait kebijakan Itu.

Baca juga: Pemprov NTT Minta Semua Kabupaten/Kota Perketat Pintu Masuk Wilayah

“Karena itu ranah pimpinan, jadi kebijakan terkait kompensasi atau solusi itu pimpinan yang bisa menjelaskan,” ujarnya.

Namun, Elly mengatakan, para pedagang diharap memaklumi kondisi tersebut. “Kepada pedagang harus patuh dengan kondisi ini, harus sayang dengan Kota Bandung. Terlebih sekarang kesehatan menjadi prioritas,” tandasnya. (TRI/MSN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password