Bagaimana Seharusnya Kita Berharap Menurut Ibnu Athaillah

RISALAH INSPIRA,- Sebagai manusia, adalah wajar menjadi makhluk yang selalu memiliki harapan. Kita memiliki ekspektasi-ekspektasi tentang keinginan kita di masa yang akan datang.

Namun, jika keinginan tersebut tidak tercapai atau terpenuhi maka hati kita akan dibubuhi rasa kecewa. Kekecewaan yang lahir dari harapan kita sebelumnya.

Dalam kitab Al Hikam, Ibnu Athaillah menjelaskan bahwa boleh berharap asal jangan menggantungkan takdir pada harapan itu, tapi bergantunglah kepada Allah. Adapun yang dirasakan itu resiko dari kehidupan.

Jadi, dengan berharap dan percaya pada takdir Allah rasa kecewa itu akan lebih terminimalisir. Bahkan, dengan tetap berhusnudzan bahwa Allah Maha Baik yang selalu memberi hikmah dan jalan terbaik, tidak ada rasa kecewa jika sebuah harapan tak sesuai dengan keadaan. Dengan yakin, bahwa ALlah lah Sang Maha Mengetahui.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Menurut beliau, harapan yang sesungguhnya ialah yang dapat mendorong seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja atau beramal.

Ibnu Athaillah mengatakan, “Sebuah harapan tentu harus disertai tindakan. Jika tidak, maka ia tidak lebih dari sekadar angan-angan.”.

Harapan tanpa tindakan nyata, bahkan pelakunya merasa malsa dan enggan bekerja,atau bahkan harapan itu justru mendorong kepada maksiat dan dosa, maka menurut para ulama itu bukanlah harapan, tetapi hanyalah angan-angan belaka yang menyesatkan. Menurut beliau, angan-angan adalah salah satu tanda ketertipuan

Orang yag cerdas adalah orang yang senantiasa merasa bahwa dirinya hina, dan ia beramal untuk masa setelah kematian. Adapun nafsunya orang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsu. Sedangkan ia berharap pad Allah dengan harapan-harapan palsu. (GIN)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password