Bagaimana Pandangan Islam Tentang Hujan?

RISALAH INSPIRA,- Hujan yang turun dari langit bisa menjadi rahmat bagi seluruh makhluk hidup yang ada di Bumi. Turunnya hujan menjadi keberkahan bagi penghuninya, karena dengannyalah Allah menumbuhkan pepohonan, taman taman, biji bijian untuk makanan poko.

Dalam surat Qaf ayat 9 Allah berfirman:

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ

“Dan kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji biji tanaman yang diketam.”

Allah juga berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 164:

وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ

“Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (Kering)-Nya dan sebarkan di bumi itu segala jenis hewan.”


Makna Hujan dalam al-Quran


Tanpa kita sadari, selama ini hujan memiliki keberkahan serta manfaat bagi kehidupan makhluk yang ada di bumi. Dengan turunya hujan, Allah menumbuhkan tanam tanaman, buah buahan, dan sumber makanan lainya. Air hujan yang turun dari langit adalah air yang penuh dengan berkah, yaitu banyak mengandung kebaikan.

Ada pun beberapa makna hujan antara lain:

1. Memberi Kabar Gembira

Turunya hujan memiliki makna datangnya kabar gembira. Setelah cukup lama manusia mengalami kekeringan, gagal panen karena kurangnya air dan banyak musibah lain akibat dari turunya hujan, Allah SAW menurunkan hujan yang membawa kegembiraan untuk manusia.

Seperti dijelaskan dalam Al Qur’an surat Asy-Syuura ayat 28:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan dialah Maha pelindung, maha terpuji.”

2. Sebagai Pengingat bagi Manusia

Dalam hadis dikatakan: “Bahwa Nabi Muhammad SAW begitu khawatir pada saat muncul mendung, jangan jangan akan ada datang azab dan kemungkaran Allah.”

Dari hadits tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa hujan bisa bermakna bahwa kita harus selalu takut dan memohon perlindungan Allah dari murka-Nya.

3. Allah Memenuhi Kebutuhan Semua Makhluk-Nya

Dengan adanya hujan, tumbuh tumbuhan akan kembali subur, hewan hewan bisa mendapatkan minuman yang cukup, dan manusia juga bisa memenuhi kebutuhan dan melakukan aktifitas tanpa terganggu.Maka, hujan merupakan cara Allah memenuhi kebutuhan makhlukNya untuk melanjutkan hidupnya.

Dikatakan dalam surat al-Anbiya ayat 30:

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian kami pisahkan diantara keduanya,dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air , mengapa mereka tidak beriman?”

4. Menunjukkan Kebesarannya

Jika ilmuan masa kini sudah mengetahui proses terjadinya hujan berkat kemajuan teknologi yang dimiliki,Allah sudah menujukan kebesara ilmuNya dengan menjelaskan proses hujan turun dalam al-Quran.

Allah berfirman dalam surat an-Nur ayat 43:

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزۡجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيۡنَهُۥ ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصۡرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرۡقِهِۦ يَذۡهَبُ بِٱلۡأَبۡصَٰرِ

“Tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Allah mengarahkan awan secara perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk. Maka, engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung. Maka, Dia menimpakannya (butiran-butiran es itu) kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

5. Memberikan Kesempatan Manusia untuk Berdoa

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni menganjurkan kita untuk berdoa saat hujan turun. Hal ini didasarkan pada riwayat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda:

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: (1) Bertemunya dua pasukan, (2) menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) saat hujan turun.” (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password