Alasan Abu Bakar Ash Siddiq Ditunjuk Menjadi Khalifah Pertama

Ilustrasi: Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA,- Setelah Rasulullah SAW wafat, umat Islam berunding untuk menunjuk pemimpin umat Islam. Dalam kejadiannya, terjadilah perdebatan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Kemudian Umar bin Khattab mengusulkan Abu Bakar untuk menjadi Khalifah.

Akhirnya, usulan dari Umar bin Khattab ini disetujui oleh Abu Ubaidah. Kemudian, Abu Bakar dibaiat oleh uamt Islam beramai-ramai.

Dengan segala pertimbangan umat Islam kala itu memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama, dengan beberapa alasan.

Abu Bakar merupakan assabiquna al awwalun atau orang yang memeluk agama Islam pada masa awal-awal Rasulullah SAW berdakwah.

Kemudian, Rasulullah SAW memberi gelar ash-Shiddiq pada Abu Bakar ra dengan sifat jujur dna benar yang dimilikinya. Karena pada saat itu Abu Bakar menjadi orang pertama yang percaya bahwa Rasulullah SAW telah melakukan isra’ dan mi’raj.

Dikutip dari inilah.com, Abu Bakar pernah menjadi Imam Sholat berjemaah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau sedang sakit keras. dalam Shahihain, dari Aisya ra beliau berkata,

“Ketika Nabi Shallallahualaihi Wasallam sakit menjelang wafat, Bilal datang meminta idzin untuk memulai shalat. Rasulullah bersabda: Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah. Aisyah berkata: Abu Bakar itu orang yang terlalu lembut, kalau ia mengimami shalat, ia mudah menangis. Jika ia menggantikan posisimu, ia akan mudah menangis sehingga sulit menyelesaikan bacaan Quran. Nabi tetap berkata: Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah. Aisyah lalu berkata hal yang sama, Rasulullah pun mengatakan hal yang sama lagi, sampai ketiga atau keempat kalinya Rasulullah berkata: Sesungguhnya kalian itu (wanita) seperti para wanita pada kisah Yusuf, perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah”

Oleh karena itu Umar bin Khattab Radhiallahuanhu berkata: “Apakah kalian tidak ridha kepada Abu Bakar dalam masalah dunia, padahal Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam telah ridha kepadanya dalam masalah agama?”

Dalam riwayat lain dari Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam berkata kepadaku ketika beliau sakit, panggilah Abu Bakar dan saudaramu agar aku dapat menulis surat. Karena aku khawatir akan ada orang yang berkeinginan lain (dalam masalah khilafah) sehingga ia berkata: Aku lebih berhak. Padahal Allah dan kaum muminin menginginkan Abu Bakar (yang menjadi khalifah). Kemudian datang seorang perempuan kepada Nabi Shallallahualaihi Wasallam mengatakan sesuatu, lalu Nabi memerintahkan sesuatu kepadanya. Apa pendapatmu wahai Rasulullah kalau aku tidak menemuimu? Nabi menjawab: Kalau kau tidak menemuiku, Abu Bakar akan datang” (HR. Bukhari-Muslim). (GIN)

 

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Lost Password