Akui KBM Secara Daring Tidak Optimal dan Efektik, Disdik Kota Bandung Upayakan Ini

BANDUNG INSPIRA,- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar akui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) selama pandemi Covid-19 tidak optimal atau tidak sesuai harapan. Untuk itu pihaknya siap mengejar ketertinggalan dengan program yang telah disiapkan.

“Selama menerapkan daring, hampir secara keseluruhan pembelajaran dirumah tidak menghasilkan sesuatu yang optimal,” tegas Hikmat usai acara Bandung Menjawab, Selasa (11/1).

Menurutnya, teknologi secanggih apapun tidak bisa menggantikan figur guru secara langsung. Untuk itu, lanjutnya, Disdik Kota Bandung menjadi kepanjangan tangan, salah satunya mengupayakan untuk pemulihan pendidikan agar mengoptimalkan pencapaian di dunia pendidikan.

“Kami hadirkan program Sekolah Penggerak, dimana semua dioptimalkan mulai dari tenaga pengajar, Kepala Sekolah, Komite Sekolah termasuk orang tua,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Sekolah Penggerak menjadi salah satu media untuk merubah yang awalnya pendidikan adalah wajib, menjadi suasana menyenangkan.

“Termasuk pembasmian perundungan atau bully dilingkungan pendidikan. Dengan demikian anak akan bebas bully agar dapat mempercepat akselarasi serta meningkatkan kompetensi siswa,” papar Hikmat.

Lebih jauh Hikmat juga membeberkan selama daring kompetensi siswa tidak optimal. Dengan begitu, pihaknya pun akan memaksimalkan agen perubahan.

“Seperti yang saya katakan tadi perombakan besar untuk guru, Kepala Sekolah, dan lainnya lewat agen perubahan. Dan itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita untuk pemulihan pendidikan,” tuturnya.

Intinya, tambah Hikmat, KBM selama pandemi tidak optimal dan juga efektif. “Kita kejar ketertinggalan itu lewat Sekolah Penggerak dengan agen perubahan,” tandasnya. (TRI)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password