8 Titik Jalur Keluar Masuk Kota Bandung Dilakukan Penyekatan

(Foto: Tri/beritainspira.com)

BANDUNG INSPIRA,- Sebanyak 8 titik di Kota Bandung akan dilakukan penyekatan dimulai pada 5 Mei sampai 17 mei 2021. Hal itu dilakukan berkaitan dengan aturan larangan mudik lewat pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yaitu, H -14 peniadaan mudik 22 April–5 Mei 2021, dan H +7 pada 18 Mei–24 Mei 2021.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, skema penerapkan larangan mudik telah dimatangkan pada rapat koordinasi ‘Penanganan Covid-19 Tk Provinsi dan Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri yang digelar secara virtual’ beserta jajaran terkait.

“Hari ini kita melakukan rapat koordinasi dalam rangka persiapan bagaimana penanganan masalah larangan mudik. Dan kita sepakat di Kota Bandung ini ada sekitar 8 Cek poin, pertama yang pasti hadir adalah gate-gate tol, ada Pasteur, Pasir Koja, Kopo, M. Toha, dan Buah Batu, lalu ada non Gate Tol, Ledeng, Cibiru, dan Cibereum,” ucap Ema di Taman Sejarah, Balai Kota Bandung, Kamis (28/4/2021).‎

Ema mengatakan, penerapan akan dilakukan pada tanggal 5, sehingga 6-17 itu sudah optimal dengan adanya pembagian tugas 3 sift. Sehingga, 1×24 jam ada pengawasan di lapangan.

“Pukul 6-4 sore, 4-10 malam, lalu dari 10-6 pagi lagi, ‎Di cek poin itu ada jajaran kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP, kewilayahan, unsur DKK, PMI untuk memastikan tidak adanya masyarakat yang mudik, setiap cek poin akan diisi oleh aparat gabungan lintas instansi. Selain itu, penjagaan pada cek poin akan dilakukan selama 24 jam,” katanya.

Di samping itu, kata dia, aktivitas perjalanan di masa pelarangan mudik masih dapat dilakukan selama masih dalam cakupan aglomerasi. Meski begitu, masyarakat yang melakukan perjalanan lintas daerah tetap harus membawa sejumlah persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah.

‎”Kami tadi telah bersepakat bahwa Kota Bandung ini masuk dalam wilayah aglomerasi tiga, jadi di sana ada 4 daerah, pertama Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat, jadi daerah ini boleh ada mobilitas tetapi dengan perlakuan yang sangat ketat,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, bagi mereka yang melakukan perjalanan lintas daerah namun tidak dapat menunjukkan surat-surat sebagai syarat perjalanan akan minta untuk kembali ke daerah asal.‎

“Kalau masih wilayah aglomerasi masih bisa dengan catatan membawa surat-surat sayarat perjalanan, surat sehat seperti rapit antigen dan lain sebagainya, kalau tidak membawa dan berasal dari luar aglomerasi tentu akan kita putarbalikkan,” kata Ema. (TRI/ADT)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password