5 Fakta Mengejutkan Tentang Peta Dunia

SAINS INSPIRA,- Bumi dikenal sebagai planet yang begitu luas yang tiap sudutnya tidak bisa ditelusuri secara langsung. Beruntung para ilmuwan menciptakan peta dunia untuk menunjukan seisi Bumi yang justru jauh dari jangkauan.

Dipetakan kedalam tampilan yang lebih mudah untuk dipahami, siapa sangka jika peta dunia justru menyimpan sejumlah fakta mengejutkan yang tidak diketahui oleh banyak orang.

Melansir Future Maps, berikut 5 fakta mengejutkan tentang peta dunia yang tidak banyak diketahui.

1. Tidak Semua Lokasi di Peta Ada di Dunia Nyata

Kartografer yang pertama kali menyusun peta dunia pada mulanya menggunakan sumber daya terbatas. Tidak mengejutkan jika ada kesalahan-kesalahan yang dibuat saat menyusun peta dunia ini.

Misalnya pada tahun 1798, peta pertama Afrika nampak menunjukan Pegunungan Kong. Namun saat ditelusuri, tempat itu justru tidak bisa ditemukan oleh siapa pun. Dan anehnya, pegunungan Kong tetap dicantukmkan di peta Afrika selama 100 tahun ke depan.

2. Ukuran Tidak Akurat

Peta pada mulanya dibuat untuk memandu navigasi laut dengan ukuran yang sesuai. Peta yang paling sering kita pakai, proyeksi Mercator, telah jadi alat wajib yang ada di kelas-kelas sekolah selama hampir 500 tahun.

Namun tidak banyak yang mengetahui, bahwa sebenernya ia tidak terlalu akurat.

Mengenai hal ini, berdasarkan teknologi yang semakin canggih, ukuran lokasi di peta dunia lalu sudah mulai diperbaiki.

3. Utara Tidak Selalu Berada di Atas

Pada peta dunia, bagian utara selalu berada di bagian atas peta. Faktanya, bagian utara justru tidak selalu berada di atas. Dalam beberapa peta di tahun-tahun sebelumnya, bagian timur dan barat justru di tempatkan di atas.

Sebagai contoh, 1300 Christian Mappa Mundi menempatkan timur di bagian atas peta yang menunjuk ke arah Taman Eden di Yerusalem sebagai pusatnya.

4. Memiliki Dua Arah Utara

Jika selama ini banyak orang mengenal kutub utara sebagai sisi utara Bumi, faktanya justru ada dua bagian utara dalam peta. Bagian utara lainnya adalah Magnetik Utara yang menjadi arah ujung jarum di titik kompas.

Kedua sisi utara ini rupanya tidak berjalan bersama. Magnetik Utara justru bergerak hingga 25 mil per tahun dan kerap bertukar tempat dengan Magnetik Selatan.

5. Peta Bukan Hanya Sebagai Navigasi

Di abad pertengahan, sebagian besar peta dunia yang dikenal sebagai Mappae Mundi merupakan benda yang terbilang mahal dan mewah. Tidak heran, keberadaannya sering kali digunakan oleh bangsawan Eropa sebagai pajangan harta ketimbang untuk tujuan praktis.

Lebih jauh, selama Perang Dunia II, orang-orang memasukkan peta sutra dalam permainan Monopoli, bersama dengan uang sungguhan yang disembunyikan di antara uang palsu dan alat-alat lain seperti kompas.

Permainan dan peta khusus itu lantas dikirim ke kamp perang untuk membantu para tahanan melarikan diri. Sungguh cerdik dan berguna. (SON)

0 Comments

    Leave a Comment

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Lost Password