4 Fakta Peaky Blinders yang Sesuai Sejarahnya

SINEMA INSPIRA,- Peaky Blinders merupakan serial televisi drama kriminal yang menceritakan tentang gangster asal Birmingham, Inggris karya Steven Knight. Serial ini jadi salah satu serial gangster paling terkenal di Britania.

Serial yang dibintangi Cillian Murphy ini memperoleh rata-rata 2,4 juta penonton untuk setiap episodenya di musim pertamanya tayang. Hingga saat ini Peaky Blinders sudah mencapai season kelima, dan akan masuk season ke-6 pada awal 2022. Atas kesuksesannya, Steven Knight berencana mengangkat Peaku Blinders ke layar lebar pada tahun 2023.

Cerita Peaky Blinders berfokus pada keluarga Shelby yang merupakan pendiri geng Peaky Blinders. Mereka mendapatkan uang dari judi ilegal, pemerasan, dan perampokan. Pada awalnya geng ini dipimpin oleh Arthur yang merupakan kakak tertua di antara Shelby bersaudara. Namun, Arthur tidak memiliki ambisi yang besar dan memiliki masalah psikologis yang mengganggu amarahnya sehingga kepemimpinan diambil alih oleh Tomy yang ambisius dan pandai menyusun strategi.

The Peaky Blinders memang merupakan geng di kehidupan nyata. Steven Knight sendiri mengaku bahwa paman ayahnya merupakan anggota Peaky Blinders dalam wawancara bersama History Extra.

Geng-geng bermunculan pada akhir abad ke-19 yang bertepatan dengan kondisi di mana Birmingham mengalami kemiskinan ekstrem akibat pengangguran dan kepadatan penduduk. Namun, bumbu-bumbu fiksi tentunya dituangkan untuk tujuan drama dan memperkuat alur cerita.

Inilah beberapa fakta terkait Peaky Blinders di kehidupan nyata:

Keluarga Shelby Tidak Ada

Thomas Shelby, keluarga Shelby, dan perusahaan Shelby tidak ada dalam kehidupan nyata. Peaky Blinders beranggotakan anak-anak muda berusia sekitar 18 sampai 29 tahun, bahkan ada yang menyebutkan beberapa di antara mereka mungkin berusia 12 tahun. Tidak seperti pada serialnya, mereka adalah geng jalanan murni yang tidak memiliki ambisi untuk menguasai perusahaan besar atau politik. Kemungkinan besar karakter Thomas Shelby terinpirasi dari Thomas Gilbert yang merupakan salah satu anggota terkuat Peaky Blinders.

Tidak Ada Silet dalam Topi yang Menjadi Senjata Rahasia

Banyak yang mengira bahwa nama Peaky Blinders diambil dari senjata rahasia ikonik mereka yaitu berupa topi dengan silet yang dijahit pada ujungnya. Melalui Birmingham Mail, seorang sejarawan bernama Carl Chinn menyampaikan bahwa topi bersilet itu hanyalah fiksi. Pisau silet baru digunakan pada saat itu dan harganya saat mahal. Ia meyakini bahwa nama Peaky Blinder diambil dari kata “peaks” yang merupakan puncak topi mereka dan “blinder” adalah bahasa gaul pada saat itu yang berarti berpakaian bagus.

Billy Kimber dan Darby Sabini Ada di Dunia Nyata

William “Billy” Kimber merupakan pemimpin gang Birmingham Boys, pada serialnya ia dikalakah oleh Peaky Blinders. Namun, sebenarnya ia bukan dikalahkan oleh Peaky Blinders. Billy Kimber merupakan pemimpin yang cerdas, geng Birmingham Boys mengendalikan arena balap kuda dan memperluas kekuasaannya di London dan Inggris utara dibawah pimpinan Kimber.

Ia sering terlibat perang geng sampai akhirnya ia bertemu dengan geng Sabini, Birmingham Boys menyerang geng Sabini di jalur balap taman Greenford. Beberapa hari kemudian Kimber ditemukan tewas karena penembakan dan pengeroyokan.

Akhir dari Peaky Blinders

Selama beberapa dekade menguasai Birimingham, Peaky Blinders berakhir pada tahun 1920-an. Bukan karena saingan atau peperangan dengan geng lain, melainkan kemajuan Inggris yang mengakhri mereka. Ekonomi yang membaik, anak-anak yang mulai bersekolah, banyaknya keluarga yang meninggalkan Birmingham, dan semakin tegasnya kepolisian dengan lambat mengurangi jumlah anggota Peaky Blinders hingga akhirnya menghilang. (SON)

 

Penulis: River Rais
Editor: Agia Aprilian

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me
Lost your password?

Lost Password